Sabtu, 15 Desember 2012

bisnis alat pijat 081380783912


Berikut ini adalah versi HTML dari file http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24954/4/Chapter%20II.pdf.
G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.
Page 1
BAB 2LANDASAN TEORITIS1. Stroke1.1. PengertianIstilah stroke atau penyakit serebrovaskular mengacu kepada setiapgangguan neurologik mendadak yang terjadi akibat pembatasan atau berhentinyaaliran darah melalui sistem suplai arteri otak. Istilah stroke biasanya digunakansecara spesifik untuk menjelaskan infark serebrum. Istilah yang masih lama danmasih sering digunakan adalah cerebrovaskular accident (CVA) (Price, 2006).Stroke atau cedera serebrovaskular (CVA) adalah kehilangan fungsi otakyang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak. Yang biasanyadiakibatkan oleh trombosis, embolisme, iskemia dan hemoragi (Smeltzer, 2002).Menurut Arif Muttaqin, stroke merupakan penyakit neurologis yang seringdijumpai dan harus ditangani secara tepat. Stroke merupakan kelainan fungsi otakyang timbul mendadak yang disebabkan karena terjadinya gangguan peredarandarah otak yang bisa terjadi pada siapa saja (Muttaqin, 2008).Gejala stroke dapat bersifat fisik, psikologis dan perilaku. Gejala fisikyang paling khas adalah paralisis, kelemahan, hilangnya sensasi diwajah, lenganatau tungkai disalah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, kesulitan menelan danhilangnya sebagian penglihatan disatu sisi. Seorang dikatakan terkena stroke jikasalah satu atau kombinasi apapun dari gejala diatas berlangsung selama 24 jamatau lebih (Feigin, 2007). Universitas Sumatera Utara
Page 2
1.2. Penyebab Stroke1.2.1. Trombosis (bekuan darah didalam pembuluh darah otak dan leher).Aterosklerosis serebral dan pelambatan sirkulasi serebral adalahpenyebab utama, trombosis serebral merupakan penyebab yangumum pada serangan stroke.1.2.2. Embolisme serebral (bekuan darah atau material lain yang dibawake otak dari bagian tubuh yang lain). Abnormalitas patologik padajantung kiri, seperti endokarditis, infeksi, penyakit jantung rematikdan infark miokard serta infeksi pulmonal adalah tempat-tempatasal emboli. Embolus biasanya menyumbat arteri serebral tengahatau cabang-cabang yang merusak sirkulasi serebral.1.2.3. Iskemia (penurunan aliran darah ke area otak). Iskemia serebral(insufisiensi suplai darah ke otak) terutama karena konstriksiateroma pada arteri yang menyuplai darah ke otak.1.2.4. Hemoragi serebral (pecahnya pembuluh darah serebral denganperdarahan kedalam jaringan otak atau ruang sekitar otak).Hemoragi dapat terjadi diluar durameter (hemoragi ekstradural danepidural), dibawah durameter (hemoragi subdural), diruangsubarakhnoid (hemoragi subarakhnoid) atau didalam subtansi otak(hemoragi intraserebral) (Smeltzer, 2002). Universitas Sumatera Utara
Page 3
Berbagai bagian otak dapat mengalami gangguan peredaran darah otak,secara anatomi otak dibagi atas otak besar yang terdiri dari beberapa lobus, yaitu:lobus frontalis, mengatur gerakan sadar, ciri kepribadian, perilaku sosial,motivasi-inisiatif, dan berbicara. Lobus oksipita mengatur perhatian terhadaprangsangan, menulis, menggambar, menghitung, merasakan, membentuk,berpakaian. Lobus temporalis mengatur daya ingatan verbal, dan visual,pendengaran, dan suasana hati. Lobus oksiput mengatur interprestasi penglihatan.Otak kecil mengatur koordinasi, keseimbangan, gerakan mata, menelan, dangerakan lidah (Feigin, 2007).1.3. Tanda dan GejalaTanda dan gejala dari stroke dapat berupa defisit lapang pandang sepertikehilangan setengah lapang penglihatan, Kehilangan penglihatan perifer, dandiplopia. Defisit motorik (seperti Hemiparesis, Hemiplegia, Ataksia, Disartriadan Disfagia). Defisit sensori (seperti Parestesia). Defisit Verbal (seperti Afasiaeksprensif: tidak mampu membentuk kata yang dapat dipahami, Afasia reseptif:tidak mampu memahami kata yang dibicarakan, Afasia global: kombinasi afasiaeksprensif dan reseptif). Defisit kognitif (seperti Kehilangan memori jangkapendek dan panjang, Penurunan lapang perhatian, Perubahan penilaian, Kerusakanuntuk berkosentrasi). Defisit emosional (seperti Kehilangan kontrol diri, Labilitasemosional, Penurunan toleransi pada situasi yang menimbulkan stres, Depresi,Menarik diri, Perasaan isolasi) (Smeltzer. 2002). Universitas Sumatera Utara
Page 4
1.4. KlasifikasiAda beberapa klasifikasi dari stroke yaitu: Stroke Hemoragi, stroke inimerupakan perdarahan serebral dan mungkin perdarahan subaraknoid, disebabkanoleh pecahnya pembuluh darah otak pada area otak tertentu. Biasanya kejadiansaat melakukan aktifitas atau saat aktif, namun bisa juga terjadi saat istirahat.Kesadaran klien umumnya menurun. Stroke Nonhemoragi, stroke ini dapat berupaiskemia atau emboli dan trombosis serebral, biasanya terjadi saat istirahat, banguntidur, atau dipagi hari. Tidak terjadi perdarahan namun terjadi iskemia yangmenimbulkan hipoksia dan selanjutnya dapat menimbulkan edema sekunder(Muttaqin, 2008).1.5. Manajemen StrokeTerapi darurat memiliki tiga tujuan, yaitu: yang pertama mencegahterjadinya cedera otak akut dengan memulihkan perfusi ke daerah iskemik noninfark, yang kedua membaikkan cedera saraf sedapat munkin, yang ketigamencegah cedera neurologik lebih lanjut dengan melindungi sel didaerah iskemikdari kerusakan lebih lanjut (Smeltzer. 2002).Pada stroke iskemik akut, mempertahankan fungsi jaringan adalah tujuandari apa yang disebut sebagai strategi Neuroprotektif. Terapinya dapat berupahipotermia, dan pemakaian obat neuroprotektif seperti antikoagulasi, trombolisisintravena, trombolisis intra arteri. Selain itu terapi yang digunakan adalah terapiperfusi dimana dilakukan induksi hipertensi untuk meningkatkan tekanan daraharteri rata-rata sehingga perfusi otak dapat meningkat. Pengendalian edema danterapi medis umum juga dilakukan, serta terapi bedah untuk mencegah tekanandan distorsi pada jaringan yang masih sehat (Price, 2006). Universitas Sumatera Utara
Page 5
1.6. KomplikasiKomplikasi medis yang sering menyebabkan kematian dalam bulanpertama setelah stroke adalah: yang pertama terjadi pembengkakan otak diikutioleh dislokasi yang menyebabkan tertekannya pusat-pusat vital diotak yangmengendalikan pernapasan dan denyut jantung. Kedua, terjadi pneumonia aspirasiyang diakibatkan masuknya makanan atau cairan kedalam paru oleh karenamengalami disfagia. Ketiga, terjadi bekuan darah di arteri jantung dan paru.Keempat, terjadi infeksi saluran kemih, infeksi dada, dan infeksi kulit akibatdekubitus. Kelima, terjadi komplikasi kardiovaskuler seperti gagal jantung(Smeltzer. 2002).Setelah stroke iskemik atau perdarahan intraserebrum, sel yang mati danhematom itu diganti oleh kista yang mengandung cairan serebrospinalis. Padakondisi ini mungkin pasien mengalami komplikasi yang dapat menyebabkankematian atau cacat. Gejala sisa stroke mencakup komplikasi antara lain: 80%pasien stroke mengalami penurunan parsial atau total gerakan dan kekuatanlengan atau tungkai di salah satu sisi tubuh, 30% mengalami masalahkomunikasi, 30% mengalami kesulitan menelan (Disfagia), 10% mengalamimasalah melihat, banyak pasien stroke menderita sakit kepala, tanpa pencegahanyang memadai, 10-20% pasien dapat mengalami dekubitus (Feigin, 2007). Universitas Sumatera Utara
Page 6
2. Disfagia2.1. DefinisiDisfagia diartikan sebagai “perasaan melekat” atau obstruksi pada tempatlewatnya makanan melalui mulut, faring, atau esophagus. Gejala ini harusdibedakan dengan gejala lain yang berhubungan dengan menelan. Kesulitanmemulai gerakan menelan terjadi pada kelainan-kelainan fase volunter menelan.Namun demikian setelah dimulai gerakan menelan ini dapat diselesaikan dengannormal. Odinofagia berarti gerakan menelan yang nyeri, acapkali odinofagia dandisfagia terjadi secara bersamaan. Globus faringeus merupakan perasaan adanyasuatu gumpalan yang terperangkap dalam tenggorokan. Arah makanan yang kelirusehingga terjadi regurgitasi nasal dan aspirasi makanan kedalam laring serta parusewaktu menelan, merupakan ciri khas disfagia orofaring (Harrison, 2000).Disfagia adalah kesulitan menelan yang dapat pula disertai dengan nyerimenelan. Esofagus normal merupakan suatu aktifitas terkoordinasi yang rumitdimana cairan dan makanan padat diteruskan dari mulut kelambung. Mekanismeini juga mencegah aspirasi makanan ke dalam paru, regurgitasi kehidung, danrefluks melalui sfingter esophagus bawah. Oleh sebab itu disfagia menyebabkandua masalah yang berbeda yaitu: pertama, seringkali ada penyebab dasar yangserius. Dan kedua, menyebabkan konsekuensi berbahaya (misal, aspirasi ataumalnutrisi) (Walsh, 1999). Universitas Sumatera Utara
Page 7
2.2. EtiologiDisfagia sering disebabkan oleh penyakit otot dan neurologis. Penyakit iniadalah gangguan peredaran darah otak (stroke, penyakit serebrovaskuler),miastenia gravis, distrofi otot, dan poliomyelitis bulbaris. Keadaan ini memicupeningkatan resiko tersedak minuman atau makanan yang tersangkut dalam trakeaatau bronkus (Price, 2006).Disfagi esophageal mungkin dapat bersifat obstruktif atau disebabkan olehmotorik. Penyebab obstruksi adalah striktura esophagus dan tumor-tumorekstrinsik atau instrinsik esofagus, yang mengakibatkan penyempitan lumen.Penyebab disfagi dapat disebabkan oleh berkurangnya, tidak adanya, atautergangguanya peristaltik atau disfungsi sfingter bagian atas atau bawah.Gangguan disfagi yang sering menimbulkan disfagi adalah akalasia, scleroderma,dan spasme esophagus difus (Price, 2006).Ada dua jenis dari disfagia yaitu disfagia mekanis dan disfagia motorik.Tabel 1 dapat menjelaskan dengan lebih jelas tentang perbedaan kedua jenisdisfagia.Table 1. Penyebab dari DisfagiaDisfagiaMekanisLuminalDiakibatkan oleh: Bolus yang besar, BendaasingPenyempitaninstrinsika. Keadaan inflamasi yang menyebabkanpembengkakansepertiStomatitis,Faringitis,epiglottis, Esofangitisb. Selaput dan cincin dapat dijumpai padaFaring (sindroma pulmer, Vinson),Esophagus (congenital, inflamasi), Cincinmukosa esophagus distalc. Striktur Benigna seperti Ditimbulkan olehbahan kaustik dan pil, Inflamasi , Iskemia,Pasca operasi, Congenital Universitas Sumatera Utara
Page 8
d. Tumor-tumor malignan, Karsinoma primer,Karsinoma metastasik, Tumor-tumorbenigna, Leiomioma, Lipoma, Angioma,Polip fibroid inflamatorik, Papiloma epitelKompresiekstrinsikSpondilitis servikalis, Osteofit vetrbra, Absesdan masa retrofaring, Tumor pancreas,Hematoma dan fibrosisDisfagiamotorikKesulitandalammemulaireflekmenelanSeperti lesi oral dan paralisis lidah, Anesthesia orofaring, Penurunan produksisaliva, Lesi pada pusat menelanKelainanpada ototlurika. Kelemahan otot (Paralisis bulbar,Neuromuskuler, Kelainan ototb. Kontraksi dengan awitan stimultan ataugangguan inhibisi deglutisi (Faring danesophagus, Sfingther esophagus bagianatas)Kelainanpada ototpolosesophagusa. Paralisis otot esophagus yang menyebabkankontraksi yang lemah b. Kontraksi dengan awitan simultan ataugangguan inhibisi deglutisc. Sfingter esophagus bagian bawah.(Harrison, 1999) Universitas Sumatera Utara
Page 9
2.3. Manifestasi KlinisManifestasi klinis dari disfagia dapat dilihat dengan adanya gangguan padaneurogenik mengeluh bahwa cairan lebih mungkin menyebabkan tersedakdaripada makanan padat atau setengah padat. Batuk dan regurgitasi nasalmenunjukkan kelemahan otot-otot palatum atau faring bagian atas. Suara serak,nyeri menelan, dan nyeri telinga merupakan gejala tumor hipofaring. Sedangaspirasi sering terjadi pada gangguan neurologik (Walsh, 1999).2.4. PatofisiologiTransportasi normal bolus makanan yang ditelan lewat lintasan gerakanmenelan tergantung pada ukuran bolus makanan yang ditelan, diameter lumenlintasan untuk gerakan menelan, dan kontraksi peristaltik (Price, 2006). Disfagia dibedakan atas disfagia mekanis dan disfagia motorik.2.4.1. Disfagia mekanisDisfagia mekanik dapat disebabkan oleh bolus makanan yangsangat besar, adanya penyempitan instrinsik atau kompresi ekstrinsiklumen lintasan untuk gerakan menelan. Pada orang dewasa, lumenesofagus dapat mengembang hingga mencapai diameter 4 cm, jikaesofagus tidak mampu berdilatasi hingga 2,5 cm, gejala disfagia dapatterjadi tetapi keadaan ini selalu terdapat kalau diameter esofagus tidak bisamengembang hingga diatas 1,3 cm. lesi yang melingkar lebih seringmengalami disfagia daripada lesi yang mengenai sebagian lingkaran daridinding esofagus saja. Universitas Sumatera Utara
Page 10
2.4.2. Disfagia motorikDisfagia motorik dapat terjadi akibat kesulitan dalam memulaigerakan menelan atau abnormalitas pada gerakan peristaltik dan akibatinhibisi deglutisi yang disebabkan oleh penyakit pada otot lurik atau ototpolos esofagus. Disfagia motorik faring disebabkan oleh kelainanneuromuskuler yang menyebabkan paralisis otot (Price, 2006)2.5. Komplikasi akibat disfagiaDisfagia adalah kondisi yang kompleks yang memiliki pengaruh besarpada kehidupan pasien. Pasien yang mengalami disfagia masalah yang seringditemukan adalah kehilangan nafsu makan serta penurunan berat badan yangdiakibatkan oleh asupan nutrisi yang berkurang. Dalam manejemen gizi padapasien yang mengalami disfagia harus lebih diperhatikan lagi tentang carapenyediaan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh pasien agarkomplikasi seperti terjadinya aspirasi dapat dihindari (Collier, 2009) 3. NutrisiMasalah nutrisi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, namunpenanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanankesehatan saja. Penyebab timbulnya masalah gizi adalah multifaktor, oleh karena itu,pendekatan penanggulangan harus melibatkan berbagai sektor yang terkait (Almatsier,2005).Status nutrisi adalah suatu keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan danpenggunaan zat-zat gizi. Dan dibedakan atas satus gizi buruk, kurang, baik, dan lebih.Makanan sehari-hari yang dipilih dengan baik akan memberikan semua zat gizi yangdibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. Sebaliknya, bila makanan tidak dipilih dengan Universitas Sumatera Utara
Page 11
baik, tubuh akan mengalami kekurangan zat-zat gizi esensial tertentu. Ada 3 fungsi zatgizi dalam tubuh yaitu: memberi energi, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh,mengatur proses tubuh (Almatsier, 2005).Berikut ini ada beberapa istilah yang berhubungan dengan status gizi, antara lain:a. NutritionGizi adalah suatu proses organisme menggunkan makanan yang dikonsumsisecara normal melalui proses digesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan,metabolisme, dan pegeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankankehidupan, pertumbuhan, dan fungsi normal dari organ-organ serta menghasilkanenergi (Supariasa, 2002). b. Nutrition StatusKeadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relatif maupunabsolute satu atau lebih zat gizi. Ada empat bentuk malnutrisi, Yaitu :1. Under nutrition: kekurangan konsumsi pangan secara relative atau absoluteuntuk periode tertentu.2. Specific defisiensy: kekurangan zat gizi tertentu, misalnya kekurangan vitaminA, yodium, Fe, dan lainnya.3. Over Nutrition: kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentu4. Imbalance: karena disproporsi zat gizi, misalnya kolesterol terjadi karena tidakseimbangnya LDL, HDL, dan VLDL.c.Kurang Energi Protein (KEP)Kurang energi protein (KEP) adalah seseorang yang kurang gizi yang disebabkanoleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari atau Universitas Sumatera Utara
Page 12
gangguan penyakit tertentu. Pada umumnya KEP berasal dari keluarga yangberpenghasilan rendah (Supariasa, 2002)3.1. Penilaian Status Nutrisi Secara Langsung3.1.1. AntropometriAntropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbanganasupan protein dan energi. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhanfisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh.Antropometri sebagai indikator status gizi dapat dilakukan dengan beberapaparameter seperti ukuran tunggal dari tubuh manusia antara lain: umur, beratbadan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada, lingkarpinggul, dan tebal lemak dibawah kulit (Supariasa, 2002).Indeks antropometri yang umum digunakan dalam menilai status giziadalah berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U),dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Penilaian status gizi denganantropometri banyak digunakan dalam berbagai penelitian atau survey, baiksurvey secara luas dalam skala nasional maupun survey untuk wilayah terbatas(Supariasa, 2002). Berdasarkan ukuran baku tersebut, penggolongan status nutrisimenurut indeks antropometri adalah seperti yang tercantum dalam tabel 2 berikutini:Tabel 2: Penggolongan keadaan gizi menurut indeks antropometriStatus GiziAmbang batas baku untuk keadaan gizi berdasarkan indeksBB/UTB/UBB/TBLLA/ULLA/TBGizi baik Gizi kurangGizi buruk > 80%61-80%≤ 60%> 85%71-85%≤ 70%> 90%81-90%≤ 80%> 85%71-85%≤ 70%>85%76-85%≤75%(Supariasa, 2002). Universitas Sumatera Utara
Page 13
Beberapa indeks antrometri antara lain:a.Berat badan menurut umur (BB/U)Berat badan adalah salah satu parameter yang memberikan gambaran masatubuh. Masa tubuh sangat sensitif terhadap perubahan-perubahan yang mendadak,misalnya karena terserang penyakit infeksi, menurunnya nafsu makan danmenurunnya jumlah makanan yang dikonsumsi. Berat badan adalah parameterantropometri yang sangat labil.b. Tinggi badan menurut umur (TB/U)Tinggi badan merupakan antropometri yang menggambarkan keadaanpertumbuhan skeletal. Pada keadaan normal, tinggi badan tumbuh seiring denganbertambahnya umur. Pertumbuhan tinggi badan tidak seperti berat badan, relatifkurang sensitif terhadap kekurangan gizi dalam waktu yang pendek. Pengaruhdefisiensi zat gizi terhadap tinggi badan akan nampak dalam waktu yang relatiflama.c.Berat badan menurut tinggi badan (BB/TB)Berat badan memliki hubungan yang linear dengan tinggi badan. Dalamkeadaan normal, perkembangan berat badan akan searah dengan pertumbuhantinggi badan dengan kecepatan tertentu. Jellife pada tahun 1966 telahmemperkenalkan indeks ini untuk menilai status gizi. Indeks BB/TB merupakanindikator yang baik untuk menilai status gizi saat ini, dan merupakan indeks yangindependen terhadap umur Universitas Sumatera Utara
Page 14
d. Lingkar lengan atas menurut umur (LLA/U)Lingkar lengan atas memberikan gambaran tentang keadaan jaringan ototdan lapisan lemak bawah kulit. LLA berkorelasi dengan indeks BB/U maupunBB/TB. Lingkar lengan atas merupakan parameter antropometri yang sangatsederhana dan mudah dilakukan oleh tenaga yang bukan professional. Indekslingkar lengan atas sulit digunakan untuk melihat pertumbuhan anak. Pada usia 2sampai 5 tahun perubahannya tidak nampak secara nyata, oleh karena itu lingkarlengan atas banyak digunakan dengan tujuan screening individu, tetapi dapat jugadigunakan untuk pengukuran status gizi.e.Tebal lemak dibawah kulit menurut umurPengukuran lemak tubuh melalui pengukuran ketebalan lemak dibawahkulit (skinfold) dilakukan pada beberapa bagian tubuh, misalnya pada bagianlengan atas (Trisep dan bisep), lengan bawah (forearm), tulang belikat(subcapular), ditengah garis ketiak (midaxilaris), sisi dada (pectord), perut(abdomen), suprailiaka, paha, tempurung lutut (suprapatelar), dan pertengahantungkai bawah (medial calf) f.Indeks masa tubuh (IMT)Masalah kekurangan dan kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahunkeatas) merupakan masalah penting, karena selain mempunyai resiko penyakit-penyakit tertentu, juga dapat mempengaruhi produktifitas kerja. Oleh karena itu,pemantauan keadaan tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan. Salahsatu cara adalah dengan mempertahankan berat badan yang ideal atau normal(Supariasa, 2002). Universitas Sumatera Utara
Page 15
Di Indonesia khususnya, cara pemantauan dan batasan berat badan normalorang dewasa belum jelas mengacu pada patokan tertentu. MenurutFAO/WHO/UNU tahun 1985 menyatakan bahwa batasan berat badan normalorang dewasa ditentukan berdasarkan nilai Body Mass Indeks (BMI). Di Indonesiadiartikan sebagai indeks masa tubuh (IMT). IMT merupakan alat yang sederhanauntuk memantau status gizi orang dewasaRumus perhitungan IMT adalah sebagai berikut:IMT= )()()(mbadantinggixmbadantinggikgbadanberat Tabel 3: Katagori Ambang Batas IMTKatagori IMTKurusKekurangan berat badan tingkat berat< 17,0Kekurangan berat badan tingkat ringan17,0 – 18,5Normal >18,5 – 25Gemuk Kelebihan berat badan tingkat ringan>25,0 – 27,0Kelebihan berat badan tingkat berat>27,0(Supariasa, 2002).3.1.2. KlinisSurvey ini dirancang untuk mendeteksi secara tepat tanda-tanda klinisumum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. seseorang dengan melakukanpemeriksaan fisik yaitu tanda (sign), dan gejala (symptom) Atau riwayat penyakit(Supariasa, 2002).Pemeriksaan klinis (assesement clinik) secara umum terdiri dari duabagian, yaitu medical history, yaitu catatan mengenai perkembangan penyakit dan Universitas Sumatera Utara
Page 16
pemeriksaan fisik, yaitu melihat dan mengamati gejala gangguan gizi baik sign(gejala yang dapat diamati) maupun symptom (Supariasa, 2002).Pada pemeriksaan fisik, kita melakukan pengamatan terhadap perubahanfisik, yaitu semua perubahan yang ada kaitannya dengan kekurangan gizi.Perubahan-perubahan tersebut dapat dilihat dari:a.Rambut. Berhubungan dengan kurang gizi dapat dijumpai dengan kondisirambut yang kurang bercahaya, kusam, kering, tipis dan jarang, rambutkurang kuat/mudah putus.b. Wajah. Pada wajah dapat dijumpai adanya penurunan pigmentasi yangtersebar secara berlebih apabila disertai anemia, wajah seperti bulan (moonface), pengeringan selaput mata.c.Mata. Dijumpai selaput mata pucat, keratomalasia (keadaan permukaanhalus /lembut dari keseluruhan bagian tebal atau keseluruhan kornea,pengeringan kornea.d. Bibir. Pada bibir dapat dijumpai adanya angular stomatitis (celahan padasudut mulut) dan depigmentasi kronis pada bibir bawah.e.Lidah. Terjadi edema pada lidah, atrofi papilla serta papilla bewarna merahatau merah muda, atau berglanula, serta ditemukan keadaan pecah-pecahpada permukaan lidah. Serta kadang ditemukan adanya pigmented tongue. f.Gigi. Pada gigi keadaan yang mungkin dijumpai berhubungan dengankekurangan gizi adalah adanya mottled enamel (bintik putih dan kecoklatandengan atau tanpa erosi pada enamel), pengikisan dapat terjadi pada tepigigi seri dan taring akibat dari mengkonsumsi makanan yang keras yangmembutuhkan pengunyahan relatif lama. Universitas Sumatera Utara

Gusi. Kekurangan gizi dapat dilihat dari dengan ditemukannya spongy,bleeding gums (bunga karang keunguan atau merah yang membengkak padatepi gusi yang mudah berdarah), dan dapat ditemui infeksi tepi gusi sertaadanya kerusakan dan atrofi gusi yang menampakkan akar-akar gigi.h. Kelenjar. Pada keadaan kurang gizi dapat dijumpai adanya Pembesarantiroid dapat dilihat pada perabaan.i.Kulit. Xerosis (keadan kulit yang mengalami kekeringan tanpa mengandungair), Ptechiae (bintik haemorragic kecil pada kulit atau membrane berlendiryang sulit dilihat pada kulit gelap), dermatosis (lesi kulit yang khas, dimanakulit menjadi merah, bengkak, gatal dan rasa terbakar).j.Kuku. Dapat dijumpai adanya koilonychia yaitu suatu keadaan kukuberbentuk sendok pada kuku orang dewasa atau karena kurang zat besi.k. Jaringan bawah kulit. Keadaan yang berhubungan dengan kekurangan gizidapat ditemukan bilateral edema (pada kaki, wajah dan tangan).(Supariasa, 2002).3.1.3. Metode BiokimiaMetode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akanterjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. Banyak gejala klinis yang kurangspesifik, maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untukmenentukan kekurangan gizi yang lebih spesifik. Ada beberapa indikatorlaboratorium untuk menentukan status besi yaitu: hemoglobin, hematokrit, besiserum, ferittin serum (Sf), transferin saturation (TS), free erytrosytesprothophopyrin (FEP) (Supariasa, 2002).Didalam darah ada 3 faktor praksi protein, yaitu: albumin, globulin,fibrinogen. pemeriksaan biokimia terhadap status protein dibagi dalam 2 bagianyaitu: somatic protein (terdapat di otot skeletal) dan visceral protein (terdapatdidalam organ tubuh seperti hati, ginjal, pancreas, jantung, dll) (Supariasa, 2002).3.1.4. Biofisik Penilaian status gizi dengan biofisik termasuk penilaian status gizi secaralangsung, penilaian ini adalah melihat dari kemampuan fungsi jaringan danperubahan struktur. Tes kemampuan fungsi jaringan meliputi kemampuan kerjadan energi ekspenditure serta adaptasi sikap. Penilaian secara biofisik dapatdilakukan melalui tiga cara yaitu uji radiologis, tes fungsi fisik, dan sitologi(Supariasa, 2002). 3.2. Penilaian Status Nutrisi Secara Tidak Langsung3.2.1. Survey konsumsi makananSurvey penilaian konsumsi makanan adalah salah satu metode yangdigunakan dalam penentuan status gizi perorangan atau kelompok. Banyakmetode yang digunakan untuk melakukan pengukuran konsumsi makananberdasarkan jenis data yang diperoleh antara lain: metode kuantitatif, metodekualitatif, tingkat rumah tangga, tingkat nasional, tingkat individu atau perorangan(Supariasa, 2002)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar